Optimalisasi Klaim JKN Jadi Fokus Pembahasan dalam Kuliah Praktisi Kefarmasian
10 July 2026 | Intan | 223 kali dilihat
Banjarmasin | STIKES ISFI News. STIKES ISFI Banjarmasin kembali menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja melalui penyelenggaraan Kuliah Praktisi bertema “Peran Apoteker dalam Optimalisasi Klaim dan Efisiensi Pelayanan pada Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)” pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Klinis dan Komunitas angkatan 2023 dan 2024 sebagai bagian dari penguatan kompetensi di bidang pelayanan kefarmasian.
Kuliah praktisi menghadirkan apt. Dewanto, S.Farm., M.Farm., praktisi apoteker dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, sebagai narasumber. Sementara itu, jalannya kegiatan dipandu oleh Abdul Mahmud Yumassik, M.Farm., dosen STIKES ISFI Banjarmasin, yang bertindak sebagai moderator dan memfasilitasi sesi diskusi antara narasumber dengan peserta.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa apoteker memiliki peran penting dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan melalui penggunaan obat yang rasional, optimalisasi proses klaim pelayanan, serta pengendalian biaya tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada pasien. Menurutnya, keberhasilan implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya bergantung pada aspek administratif, tetapi juga pada kolaborasi seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya ketepatan dokumentasi pelayanan kefarmasian, mekanisme penyusunan klaim sesuai regulasi, identifikasi potensi kendala dalam proses klaim, hingga strategi meningkatkan efisiensi pelayanan melalui pengelolaan obat yang tepat dan pemanfaatan sumber daya secara optimal. Narasumber juga mengulas berbagai tantangan yang dihadapi apoteker di era JKN serta kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi dinamika pelayanan kesehatan di Indonesia.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui berbagai pertanyaan seputar proses verifikasi klaim, strategi meminimalkan penolakan klaim, penerapan kendali mutu dan kendali biaya, hingga keterampilan yang harus dimiliki calon apoteker agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja. Peran moderator turut mendukung jalannya diskusi sehingga berlangsung terarah, komunikatif, dan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menggali wawasan secara lebih mendalam.
Melalui kuliah praktisi ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai keterkaitan antara pelayanan kefarmasian, sistem pembiayaan kesehatan, dan implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional. Pengalaman yang dibagikan narasumber diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka untuk menjalankan peran profesional sebagai apoteker di masa mendatang.
Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen STIKES ISFI Banjarmasin dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia praktik. Dengan menghadirkan praktisi yang berpengalaman, institusi berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga mampu memahami tantangan di lapangan sehingga siap menjadi tenaga kefarmasian yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.(wps2026)
info pendaftaran PMB & PSPPA:
https://pmb.stikes-isfi.ac.id/isfi/pmb
https://psppa.stikes-isfi.ac.id/