Hadirkan Ketua Umum IAI, Kuliah Perdana PSPPA STIKES ISFI Banjarmasin Bahas Strategi Apoteker di Era Transformasi Kesehatan
24 February 2026 | Intan | 226 kali dilihat
Banjarmasin | STIKES ISFI News. Langkah awal mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) STIKES ISFI Banjarmasin Angkatan Pertama semakin mantap. Pada Senin, 23 Februari 2026, rangkaian PKKMB dilanjutkan sekaligus menandai perkuliahan perdana dengan menghadirkan narasumber istimewa, yakni Bapak apt. Noffendri Roestam, S.Si. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).
Dalam kuliah pakar bertajuk “Membangun Apoteker Unggul, Adaptif, dan Berdaya Saing Global di Era Transformasi Kesehatan”, Ketua Umum IAI memberikan wawasan strategis mengenai masa depan profesi di tengah perubahan regulasi kesehatan nasional. Kehadiran tokoh nomor satu di organisasi profesi apoteker ini menjadi suntikan semangat luar biasa bagi para mahasiswa angkatan pionir tersebut.
Dalam paparannya, Pak Noffendri menekankan bahwa peran apoteker kini jauh lebih luas dan strategis, mulai dari ranah produksi, pengendalian mutu, distribusi, hingga pelayanan klinis langsung kepada masyarakat. Hal ini diperkuat dengan landasan hukum Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mewajibkan praktik kefarmasian dijalankan oleh tenaga profesional yang kompeten secara hukum dan keilmuan.
“Apoteker saat ini dituntut memiliki keterampilan komprehensif, mulai dari pengelolaan sediaan farmasi hingga farmakovigilans dan pelayanan informasi obat. Kompetensi ini adalah bekal utama menghadapi tantangan global,” tegas Ketua Umum IAI.
Menariknya, Pak Noffendri juga mengungkap data bahwa Indonesia melahirkan sekitar 14.000 apoteker baru setiap tahunnya. Dengan angka tersebut, persaingan di dunia kerja dipastikan semakin ketat. Beliau mendorong mahasiswa PSPPA STIKES ISFI untuk tidak hanya mengejar kelulusan akademik, tetapi juga membangun advanced competence melalui jalur sertifikasi dan pengembangan diri berkelanjutan.
Peluang peningkatan daya saing melalui short course, fellowship, hingga sertifikasi khusus di bidang industri, rumah sakit, bahkan bidang halal dan veteriner, menjadi poin penting yang disampaikan sebagai jalan bagi apoteker muda untuk tampil unggul di pasar kerja nasional maupun internasional.
Melalui kuliah pakar ini, STIKES ISFI Banjarmasin kembali menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya memberikan bekal teori, tetapi juga wawasan kebijakan dari organisasi profesi. Sinergi antara institusi pendidikan dan IAI diharapkan mampu mencetak apoteker yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan etika profesional yang kuat.
Kuliah perdana ini ditutup dengan harapan besar bahwa lulusan PSPPA STIKES ISFI Banjarmasin nantinya mampu memberikan kontribusi nyata dan menjadi pemimpin dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia.(wps2026)
info pendaftaran PMB & PSPPA:
https://pmb.stikes-isfi.ac.id/isfi/pmb
https://psppa.stikes-isfi.ac.id/